Antara Anjing Kucing dan COVID 19

Awal April 2020, sebagian besar penduduk dunia masih dibuat sibuk dan tegang dengan pandemik COVID-19 yang belum menunjukkan gejala mereda. Di Indonesia sendiri sekolah dan kegiatan perkantoran masih berjalan tidak normal. Dalam keadaan yang tidak menentu ini wajar jika banyak yang menanyakan atau menyampaikan kekhawatiran tentang kemungkinan manusia tertular virus corona SARS-CoV-2 dari binatang peliharaan seperti anjing dan kucing. Munculya kekhawatiran tertular virus corona dari kucing diantaranya dipicu oleh adanya berita tentang adanya anjing dan kucing yang didapati postif COVID -19.

Virus corona SARS-CoV-2 (penyebab penyakit COVID-19) sendiri merupakan virus yang masih baru dan saya bukanlah ahli virus (virolog) sehingga dalam tulisan ini saya hanya ingin mengajak untuk memahami sebuah informasi (terutama tentang COVID-19) secara objektif, sesuai dengan konteksnya dan tidak mengambil kesimpulan hanya berdasarkan judul berita semata.

Salah satu berita yang sering banyak dirujuk adalah dari CNN Indonesia yang judulnya “LIPI: Kucing dan Anjing Bisa Tertular Covid-19 dari Manusia” tentang pendapat seorang peneliti LIPI Sugiyono Saputro yang membenarkan adanya informasi tentang adanya kasus penularan Covid-19 terhadap kucing di Belgia dan anjing di Hong Kong. Ia mengatakan mekanisme penularan itu dinamakan zooanthroponosis (penularan penyakit dari manusia ke hewan). Artikel ini sebenarnya menjelaskan adanya temuan ( bersifat individual) tentang adanya hewan ( dalam hal ini anjing dan kucing) yang tertular virus corona SARS-CoV-2 dari manusia (dan bukan sebaliknya), namun jika tidak dibaca dengan teliti maka persepsi yang muncul adalah sebaliknya (manusia tertular dari anjing dan kucing).

Virus corona sendiri jumlah dan macamnya sangat banyak, beberapa virus corona menyebabkan gejala yang kita kenal sebagai flu pada manusia sedangkan beberapa type virus corona lainnya menyebabkan penyakit pada hewan dan ternak tertentu seperti : sapi, unta, kalelawar, dll. Pada anjing dan kucing dikenal juga adanya virus canine coronavirus (hanya menyerang anjing) dan feline coronavirus (hanya menyerang kucing). Terkadang, orang terinfeksi virus-virus ini, yang kemudian menyebar ke orang lain, seperti SARS-CoV dan MERS-CoV. SARS-CoV dikaitkan dengan musang, sedangkan MERS-CoV ditularkan oleh unta. Adapun hewan penular COVID-19 belum bisa dipastikan sampai saat ini.

Menurut CDC ( Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika) dan juga Badan Kesehatan Dunia (WHO) sampai saat ini belum ada bukti bukti yang mengarah ke adanya penularan virus corona SARS-CoV-2 (penyebab COVID-19) dari binatang pendamping (companion animal) seperti anjing dan kucing ke manusia. Baik CDC maupun WHO adalah lembaga yang kredibel dan layak dipercaya sehingga sampai saat ini saya masih percaya bahwa anjing kucing tidaklah menyebarkan virus corona SARS-CoV-2 ke manusia.

Walaupun belum ada bukti penularan dari anjing kucing ke manusia, namun selayaknya kita tetap   waspada selama pandemik COVID-19 dan tetap menjaga kebersihan kandang dan lingkungan rumah secara umum.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.